Pink Sketch Heart

Sabtu, 12 Januari 2013

Makalah Usaha Kecil Menengah

ENTREPRENEURIAL MARKETING
SUKSESKAN USAHA KECIL MENENGAH


BAB I
PENDAHULUAN

     Kemampuan untuk memasarkan produk merupakan salah satu kunci sukses dari seorang Enrepreneur (pewira usaha). Pengetahuan tentang konsep-konsep pemasaran diperlukan jika mereka ingin meningkatkan kemampuan tersebut. Konsep-konsep tentang pemasaran yang ada saat ini tidak cocok untuk langsung dipakai oleh perusahaan-perusahaan baru. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sebuah acuan bagi para pewira usaha yang dapat membantu mereka dalam menerapkan konsep pemasaran tersebut agar sesuai dengan konteks yang mereka hadapi.
    Seiring dengan bertumbuhnya perekonomian, Usaha Kecil dan Menengah pun akan mengalami pertumbuhan. Memberikan tambahan modal kepada Usaha Kecil Menengah juga melakukan pembinaan manajemen. Dengan kewenangannya dalam melakukan kegiatan pembinaan manajemen diharapkan dapat mengurangi salah satu masalah yang menjadi penghambat tumbuhnya bagi para Perusahaan Pasangan Usaha yakni kendala dalam melakukan kegiatan pemasaran.
      Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa Perusahaan Pasangan Usaha memerlukan strategi pemasaran yang tepat dalam mendukung usahanya. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat bagi perusahaan berskaa Usaha Kecil Menengah. Dalam penelitian juga dikaji berbagai strategi pemasaran dari beberapa Perusahaan Pasangan Usaha sehingga akan menghasilkan solusi yang tepat untuk mengatasi kendala Usaha Kecil Menengah dalam melakukan kegiatan pemasaran.
       Upaya ini dihasilkan strategi pemasaran yang tepat bagi perusahaan berskala Usaha Kecil Menengah. Beberapa tahap dalam strategi pemasaran tersebut yang dinamakan "Entrepreneurial Marketing", sehingga pembinaan mengenai pemasaran khususnya mengenai konsep kegiatan pemasaran yang tepat dapat dilakukan pada Perusahaan Pasangan Usaha.Untuk rencana implementasi dari penerapan "Entrepreneurial Marketing", dapat dilakukan dengan memberikan pembinaan secara langsung dalam proses pendampingan manajemen atau dengan cara memberikan peyuluhan mengenai berbagai pengetahuan penting, diantaranya melalui seminar atau dengan proses pelatihan.
        Perencanaan pada hakikatnya adalah pemilihan saat ini terhadap kondisi masa depan yang kita hendaki, beserta langkah-langkah yang kita perlukan untuk mewujudkan kondisi - kondisi tersebut. Perencanaan merupakan salah satu fungsi utama dalam manajemen, karena perencanaan adalah suatu proses pendefinisian tujuan - tujuan organisasi yang kemudian diartikulasikan /menyajikan dengan jelas strategi - strategi, taktik - taktik, dan operasi yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan.
      Dalam arti lain perencanaan adalah proses membuat peta perjalanan menuju masa depan dan perencanaan tidak berhenti setelah perencanaan dihasilkan, akan tetapi merupakan proses yang terus menerus dilaksanakan untuk memuktahirkan, mengubah dan mengganti peta selama perjalanan masa depan.
Menurut Newman perencanaan Planning is deciding in advance what is to be done.Menurut A.Allen Planning is the determination of a course of action to achieve a desired result. Pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa ( what ) siapa ( Who ) kapan (When) dimana ( Where ) mengapa ( why ) dan bagaimana ( How ) jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan serta program-program yang dilakukan.
      Sebelum membuka usaha , sebaiknya sudah menyiapkan nama untuk usaha Anda. Pilih nama yang menarik, unik, dan mudah diingat oleh para konsumen. Karena nama usaha menjadi image yang akan tertanam pada konsumen, Strategi Pemasaran Bisnis sehingga mereka mudah untuk mengingat usaha Anda. Disamping itu hal yang perlu diperhatikan ketika mencari nama usaha, sesuaikan nama dengan usaha yang Anda jalankan. Misalnya : “Warung Steak” atau ”Star Steak” untuk usaha makanan khusus steak, ” Ramen” Japanese Noodle untuk bisnis makanan khas Jepang, atau “Kedai Jamur” atau ”Jamur Spanyol” untuk usaha makanan khusus jamur. Nama usaha dapat Anda tempatkan di depan lokasi usaha dengan menggunakan neon box ataupun x-baner di depan lokasi usaha Anda. Agar konsumen yang kebetulan lewat, tertarik untuk mampir membeli produk makanan Anda.
      Mulai dari sebuah pemasaran dengan mengenalkan bisnis Anda kepada masyarakat sekitar . Dengan adanya pengenalan produk, masyarakat mengetahui apa kelebihan produk bisnis yang sedang anda jalankan , harga yang ditawarkan, serta pelayanan yang ditawarkan bisnis Anda kapada para konsumen. Untuk mengenalkan bisnis Anda pada masyarakat, dapat dilakukan dengan membuat event dan mengundang masyarakat luas untuk berkunjung kebisnis yang Anda miliki.Selain itu pemasaran juga bisa dilakukan dengan mengambil karyawan lokal yang ada di sekitar lokasi usaha Anda, secara tidak langsung karywan Anda akan mempromosikan tempat kerja mereka kepada kerabat serta rekan mereka.
         Memberikan potongan harga pada event-event tertentu seperti pada saat grand opening bisnis usaha Anda, atau pada saat ulang tahun usaha tersebut. Selain itu Anda juga dapat memberikan paket harga khusus pada saat hari-hari terttentu, misalnya memberikan harga paket keluarga di hari-hari liburan, maupun hari raya seperti lebaran, atau tahun baru. Dengan adanya potongan harga menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen untuk berkunjung ke usaha Anda. Anda dapat menggunakan brosur, pamflet, ataupun spanduk untuk mempromosikan potongan harga yang ditawarkan bisnis makanan Anda.
         Untuk membangun jaringan usaha memang tidaklah mudah, namun jaringan merupakan pemasaran yang sangat efektif. Mulailah dengan membuat jaringan usaha dengan rekan maupun kerabat dekat Anda yang memang bisa membantu Anda untuk mengembangkan bisnis usaha anda. Cara membangun jaringan bisa dilakukan dengan memberikan test product pada rekan atau kerabat Anda. Misalnya bagi yang memiliki usaha warung bakso, Anda dapat mengajak rekan dan kerabat untuk berkunjung mencicipi bakso buatan Anda. Jika rekan dan kerabat Anda tertarik dengan produk bakso tersebut, mereka akan senang jika diajak untuk bekerjasama dengan usaha bakso Anda. Contohnya saja untuk rekan yang memiliki usaha catering, dapat bekerjasama untuk penyediaan bakso untuk usaha katering miliknya, selain itu untuk rekan yang memiliki usaha periklanan dapat menjalin kerjasama di bidang pemasaran melalui media. Begitu banyak peluang yang akan muncul, bila Anda memiliki jaringan usaha yang cukup luas.
       Menciptakan inovasi pada menu-menu yang ditawarkan.Untuk menghindari kejenuhan konsumen, ciptakan inovasi pada menu-menu yang ditawarkan usaha Anda. Minimal 6 bulan sekali ciptakan menu baru pada usaha Anda. Banyaknya variasi menu yang ditawarkan, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi usaha Anda. Misalnya usaha bakso,bisa diberikan inovasi dengan menambah menu bakso isi keju, bakso isi telur, bakso isi buah, hingga bakso ikan dan bakso udang. Menu yang bervariasi akan menarik minat masyarakat untuk mengunjungi warung usaha bakso Anda.
        Dalam memberikan pelayanan bagi para konsumen, sebaiknya perhatikan waktu penyajian makanan, kualitas cita rasa makanan serta kebersihan dan keamanan tempat usaha. Konsumen akan merasa tidak nyaman jika menunggu penyajian makanan yang terlalu lama, untuk itu usahakan untuk on time dalam memberikan pelayanan.Selain itu jaga kualitas cita rasa makanan yang diproduksi, sehingga konsumen tidak kecewa jika makanan yang mereka pesan ternyata tidak enak. Dan yang ketiga adalah jagalah kebersihan serta keamanan bisnis makanan Anda, sehingga konsumen yang makan ditempat Anda merasa nyaman dan senang untuk berkunjung kemabali ke usaha Anda.
       Pada dasarnya pemasaran usaha sangatlah penting, untuk itu lakukan promosi usaha secara total pada bisnis makanan Anda. Baik dari mulai grand opening sampai bisnis makanan Anda sudah dapat berjalan, lakukan terus promosi dan pemasaran secara terus menerus. Jika perlu sisihkan 5-10 % omset Anda untuk biaya promosi dan pemasaran usaha bisnis makanan anda


BAB II
RUMUSAN MASALAH

I. Fungsi Kepemimpinan
a. Perencanan
b. Memandang Ke Depan
c. Melatih dan Membina
d. Mengembangkan Loyalitas
e. Pengawasan Terhadap Pelaksanan Rencana
f. Mengambil Keputusan
g. Memotifasi Untuk Hasil Terbaik

II. Peran Seorang Pemimpin
a. Seorang Pencipta
b. Seorang Perencana
c. Seorang Wakil Kelompok
d. Seorang Pengawas Hubungan Antara Anggota Kelompok
e. Bertindak Sebagai Wasit Atau Hakim
f. Sebagai Pemegang Tanggung Jawab Kelompok
g. Sebagai Seorang Ayah
h. Sebagai Korban Atau Kambing Hitam

III. Tugas Pemimpin
a. Mempertahankan Dan Memelihara Keanggotaan.
b. Mencapai Tujuan Kelompok.
c. Fasilitator Dari Interaksi Manusia.

IV. Perilaku Pemimpin
a. Perhatian Tehadap Tugas
b. Perhatian Terhadap Manusia

V. Gaya Kepemimpinan
a. Gaya Kepemimpinan Instruktif ( Tellig )
b. Gaya Kepemimpinan Persuatif ( Selling )
c. Gaya Kepemimpinan Partisipatif
d. Gaya Kepemimpinan Delegasi

VI. Perilaku Bawahan
a. Kemampuan
b. Kemauan Atau Mental

VII. Kepemimpinan Situasional
a. Toeri Kepemimpinan Berdasarkan Situasi
b. Kesiapan Yang Berbeda

VIII. Kekuatan Mendukung Gaya Pemimpin
a. Coercive Power
b. Connetion Power
c. Reward Power
d. Legitimate Power
e. Information Power
f. Expert Power
g. Referent Power

IX. Integrasi
a. Hubungan Kesiapan Bawahan
b. Seseorang Yang Menjadi Bawahan

X. Tehnik Kepemimpinan
a. Teknik Mendapatkan Dan Mempertahankan Kepengikutan
b. Teknik Mendapatkan Partisipasi
c. Teknik Mendapatkan Bawahan Mau Bekerjasama
d. Teknik Membina Situasi Sosial
e. Teknik Mengembangkan Bawahan
f. Teknik Menyediakan Fasilitas

XI. Metode Kepemimpinan
a. Konsep Pemasaran
b. Ciri Khas Enrepreneur
c. Kerangka Pemasaran

XII. 5 Tips Merubah Strategi Pemasaran
a. Strategi Pemasaran 1: Drive Secara Terus Menerus Tim Anda Untuk Menghasilkan Ide-Ide Baru
b. Strategi Pemasaran 2: Menganalisis Data Penjualan Untuk Pasar Yang Lebih Efektif
c. Strategi Pemasaran 3 : Pergeseran Sumber Daya Ke Dalam Inisiatif Yang Mendorong Pendapatan
d. Strategi Pemasaran 4 : Merubah Struktur Harga Anda
e. Strategi Pemasaran 5 : Memeriksa Kembali Model Bisnis Anda


BAB III
PEMBAHASAN

I. FUNGSI KEPEMIMPINAN
Leadership is “an attempt to use influence to motivate individuals to accomplish some goals”(Gibson,1997)Seorang manajer/supervisor diharapkan dapat menjadi seorang pemimpin yang mampu menggerakkan (memotivasi) bawahannya untuk mencapai sasaran (dapat mengubah potensi kelompoknya menjadi kenyataan / realitas melalui kerjasama anggota kelompok).Keberhasilan untuk memimpin tergantung dari interaksi yang terjadi antara bawahan, atasan dan situasi kondisi dalam lingkungan kerjanya.
Untuk dapat memenuhi tugas seorang pemimpin mempunyai beberapa macam fungsi yang harus dilaksanakan:
a. Perencanaan
Pemimpin akan memperoleh keuntungan apabila ia membuat suatu perencanaan dengan baik, oleh karena :
  • Perencanaan berarti secara terus-menerus melihat kedepan, menyusun dimuka hal-hal yang perlu sampai kepada yang sekecil-kecilnya dan menentukan garis-garis kebijaksanaan.
  • Perencanaan adalah pemikiran, mempelajari atau menganalisa situasi-situasi dalam pekerjaan, serta memutuskan apa yang harus dilakukan.
  • Perencanaan berarti pemikiran jauh kedepan disertai keputusan-keputusan yang berdasarkan atas fakta-fakta yang diketahui.
  • Perencanaan berarti bahwa seseorang harus menempatkan diri sendiri ke dalam situasi-situasi pekerjaan.Lazimnya perencanaan itu ada dua macam, yaitu :
1) Perencanaan yang tidak tertulis mungkin akan dipergunakan dalam :
a) Perencanaan jangka pendek.
b) Keadaan darurat.
c) Perencanaan mental terus-menerus yang digunakan dalam segala kegiatan perencanaan.
2) Perencanaan yang tertulis mungkin sekali akan digunakan dalam :
a) Menentukan prosedur-prosedur yang diperlukan.
b) Perencanaan jangka panjang.
c) Perencanaan bagi pekerjaan-pekerjaan yang perlu dilakukan.
b. Memandang Ke Depan
Seorang pemimpin harus memiliki pemikiran dan penglihatan yang mampu meneropong apa yang akan terjadi dan segala kemungkinan yang akan terjadi. Senantiasa memandang ke muka berarti selalu waspada terhadap segala kemungkinan.Pemimpin harus mempunyai kepekaan yang cukup terhadap perkembangan dalam masyarakat. Ia harus dapat memikirkan bahwa suatu masalah yang pada suatu waktu hanya kecil saja artinya, apabila dibiarkan dan sempat berlangsung akan berkembang menjadi masalah besar yang dapat menghalangi jalannya pekerjaan, bahkan mungkin akan menyebabkan hambatan besar yang biasa dinamakan krisis yang tidak dapat dielakkan lagi.
c. Melatih dan Membina.
Pemimipin harus bertanggung jawab dalam membimbing dan melatih anak buahnya agar kemampuan mereka terus meningkat.
d. Pengembangan Loyalitas
Fungsi keempat dari kepemimpinan ialah pengembangan loyalitas atau kesetiaan pada karyawan dan pengikut kepada pemimpin dan organisasi.Seorang pemimpin harus mampu menciptakan rasa cinta, rasa hormat dan kepercayaan terhadap organisasi, kelompok dan pemimpin serta tugas dan pekerjaannya. Dengan timbulnya rasa cinta dan hormat inilah maka mereka akan percaya dan patuh serta akan tetap setia.
Seorang pemimpin harus memberikan teladan dalam pikiran, kata-kata dan tingkah lakunya sehari-hari yang menunjukkan bahwa ia sendiri tidak pernah mengingkari atau menyeleweng dari loyalitas.
e. Pengawasan Terhadap Pelaksanaan Rencana.
Fungsi kepemimpinan selain membuat rencana juga mengawasi apakah rencana dilaksanakan sebagaimana mestinya sampai tercapainya tujuan yang telah ditentukan. Tugas mereka yang duduk dibagian puncak piramida organisasi selalu meneliti kemajuan terlaksananya rencana.Hambatan-hambatan dan masalah-masalah atau kesulitan-kesulitan yang timbul harus segera dihilangkan dan dipecahkan, sehingga segala sesuatu kembali berjalan menurut rel yang sudah ditentukan dalam rencana.
f. Mengambil Keputusan.
Fungsi selanjutnya dari seorang pemimpin adalah pengambilan keputusan. Mengambil keputusan yang tepat tidak selamanya mudah untuk pemimpin. Karena sulitnya itu maka tidak jarang terjadi seorang pemimpin yang kurang pandai terpaksa menunda-nunda keputusan yang ia harus ambil, sehingga masalahnya menjadi terkatung-katung.Untuk setiap pengambilan keputusan selalu diperlukan suatu kombinasi yang baik antara:
  • Perasaan, firasat, feeling atau intuisi.
  • Pengumpulan, pengolahan, penilaian dan interpretasi fakta-fakta secara rasionil-sistematis.
  • Pengalaman.
  • Kewibawaan atau pengaruh yang dimiliki pengambilan keputusan, dan Wewenang atau kekuasaan formal yang dipunyai oleh pengambil keputusan.
g. Memotivasi Untuk Hasil Terbaik
Seorang pemimpin harus mampu memimpin, mengarahkan dan memotivasi bawahannya untuk bekerja secara efektif agar mencapai hasil yang terbaik.

II. PERAN SEORANG PEMIMPIN
a. Sebagai Seorang Pencipta
Seorang pemimpin harus mampu mencetuskan pikiran atau ide baru. Ia harus mempunyai konsepsi yang baik, tersusun rapi dan realistis, sehingga ia menjalankan tugasnya dengan teguh menuju ke arah ide yang telah ia cetuskan itu dan tidak akan mudah terpengaruh oleh pikiran-pikiran orang lain.
b. Sebagai Seorang Perencana
Pemimpin hendaknya mampu membuat rencana yang tersusun baik menurut fakta-fakta yang objektif tentang masalah yang dipimpinnya, sehingga segala kegiatan dan tindakannya bukan dilakukan dengan sembarangan, akan tetapi serba teratur dan telah diperhitungkan terlebih dahulu dengan tujuan yang ditentukan.
c. Sebagai Wakil Kelompok
Seorang pemimpin tidak saja hanya memikirkan dan bertindak untuk mengajak, mengarahkan, mengatur, membimbing dan mengawasi ke dalam terhadap anak buah organisasi akan tetapi ia harus mewakili kelompoknya keluar. Ia senantiasa harus berusaha agar pandangan pihak luar terhadap kelompok tetap baik. Pemimpin bukanlah seorang yang berdiri di luar kelompok. Dengan demikian maka segala pikiran, usaha dan tindakannya hendaklah dilakukan demi tujuan kelompoknya.
d. Sebagai Pengawas Hubungan Antar Anggota Kelompok
Pimpinan harus menjaga jangan sampai terjadi perselisihan dan berusaha menciptakan serta mengembangkan hubungan baik yang harmonis di antara para anggotanya, sehingga menimbulkan semangat bekerja kelompok.
e. Bertindak Sebagai Wasit Atau Hakim
Dalam menyelesaikan perselisihan atau menangani permasalahan antar anggota kelompok, seorang pemimpin harus dapat menengahi dengan bertindak tegas secara obyektif tanpa pilih kasih atau memihak kepada salah satu golongan.
f. Sebagai Pemegang Tanggung Jawab Kelompok
Seorang pemimpin yang baik ia harus berani bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatan anak buahnya yang dilakukan atas nama kelompok.
g. Bertindak Sebagai Seorang Ayah
Ia menaruh cinta kasih terhadap para anggota sesuai dengan sikap seorang ayah terhadap anak kandungnya. Ia bersikap melindungi mereka pada tempatnya serta selalu memperhatikan nasibnya.
h. Sebagai Korban Atau “Kambing Hitam”
Seorang pemimpin harus menyadari bahwa dirinya merupakan tempat melemparkan keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam organisasinya.

III. TUGAS PEMIMPIN
a. Mempertahankan Dan Memelihara Keanggotaan.
Seorang pemimpin harus mampu memimpin, mengarahkan dan memotivasi bawahannya untuk bekerja secara efektif agar mencapai hasil yang terbaik. Mampu mempertahankan dan Memelihara anggotanya sehingga seluruh anggota menjadi nyaman atas kepemimpinanya.
b. Mencapai Tujuan Kelompok.
Fungsi selanjutnya dari seorang pemimpin adalah pengambilan keputusan untuk tujuan kelompok. Mengambil keputusan yang tepat tidak selamanya mudah untuk pemimpin. Karena sulitnya itu maka tidak jarang terjadi seorang pemimpin yang kurang pandai terpaksa menunda-nunda keputusan yang ia harus ambil,sehingga masalahnya menjadi terkatung-katung. Untuk setiap pengambilan keputusan selalu diperlukan suatu kombinasi yang baik sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik.
c. Fasilitator Dari Interaksi Manusia.
Seorang pemimpin tidak saja hanya memikirkan dan bertindak untuk mengajak, mengarahkan, mengatur, membimbing dan mengawasi ke dalam terhadap anak buah organisasi akan tetapi ia harus mewakili kelompoknya keluar sebagai wakil untuk kelompok yang akan beradu dengan kelompok lain. Ia senantiasa harus berusaha agar pandangan pihak luar terhadap kelompok tetap baik. Pemimpin bukanlah seorang yang berdiri di luar kelompok. Dengan demikian maka segala pikiran, usaha dan tindakannya hendaklah dilakukan demi tujuan kelompoknya.

IV. PERILAKU PEMIMPIN
a. Perhatian terhadap tugas
Yaitu besarnya perhatian terhadap pelaksanaan tugas. Pemimpin yang mempunyai perhatian tinggi terhadap tugas cenderung untuk menggunakan komunikasi satu arah dan memberikan instruksi secara terinci.
b. Perhatian terhadap manusia
Yaitu besarnya perhatian pemimpin terhadap pelaksana dalam menjalankan tugasnya. Pemimpin yang mempunyai perhatian tinggi terhadap manusia cenderung untuk menggunakan komunikasi dua arah dan banyak memberikan bimbingan dan dukungan emosional. Dalam hal ini situasi bawahan seringkali juga tidak menentu. Untuk itu pimpinan harus mampu menyesuaikan gayanya terhadap situasi kelompok yang dipimpinnya.Dalam melaksanakan tugasnya, seorang pemimpin biasanya mengkombinasikan perhatian terhadap tugas dan manusia pada tingkat yang berbeda-beda. Ada pemimpin yang cenderung untuk orientasi / perhatiannya terhadap tugas tinggi dan terhadap manusia rendah. Ada yang sebaliknya yaitu lebih banyak memperhatikan unsur manusia dan ada pula yang mencoba menyeimbangkan kedua faktor tersebut.

V. GAYA KEPEMIMPINAN
a. Gaya Kepemimpinan Instruktif ( Telling )
Pemimpin dengan gaya ini menaruh perhatian tinggi terhadap tugas, tetapi sebaliknya perhatiannya terhadap manusia rendah.
Ciri-cirinya adalah :
  • Komunikasi satu arah.
  • Memberikan instruksi secara terinci.
  • Kurang memberi perhatian terhadap masalah manusia.
  • Penekanan pada penyelesaian tugas menurut cara-cara yang diinginkan si pemimpin.
  • Inisiatif banyak pada pemimpin.
  • Keterlibatan pemimpin cukup besar.
b. Gaya Kepemimpinan Persuasif (Selling)
Pemimpin dengan gaya ini menaruh perhatian tinggi terhadap tugas maupun unsur manusia.
Ciri-cirinya adalah :
  • Berusaha untuk menjual ide pada bawahan.
  • Komunikasi dua arah untuk meyakinkan bawahan.
  • Inisiatif tetap pada atasan, tetapi keterlibatan bawahan cukup besar dalam arti memberikan kesempatan untuk berargumentasi / berdiskusi.
  • Pemimpin banyak memberikan bantuan.
c. Gaya Kepemimpinan Partisipatif
Pemimpin dengan gaya ini menaruh perhatian tinggi terhadap manusia, tetapi terhadap tugas rendah.
Ciri-cirinya adalah :
  • Komunikasi dua arah.
  • Keputusan dibuat bersama kelompok.
  • Pemimpin lebih bersikap sebagai pengambil inisiatif dan fasilitator.
  • Keterlibatan pemimpin dalam penyelesaian tugas sedikit.
d. Gaya Kepemimpinan Delegasi
Pemimpin dengan gaya ini menaruh perhatian yang rendah terhadap tugas maupun manusia.
Ciri-cirinya adalah :
  • Pemimpin hanya menentukan sasaran.
  • Pelaksanaan sepenuhnya diserahkan kepada bawahan

VI. PERILAKU BAWAHAN
a. Kemampuan
Mencerminkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki bawahan dalam melaksanakan pekerjaannya. Unsur-unsurnya antara lain adalah :
  • Pengalaman dalam bidang pekerjaannya.
  • Pengetahuan dan keterampilan tentang pekerjaan atau tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Kemampuan memecahkan masalah dalam bidang pekerjaannya.
  • Kemampuan melaksanakan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
  • Kemampuan menyelesaikan menurut waktu yang telah ditentukan.
b. Kemauan Atau Mental
Mencerminkan kemauan dan kestabilan mental seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya.Unsur-unsurnya antara lain adalah :
  • Kemauan melaksanakan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
  • Dorongan untuk berprestasi tinggi, mencapai hasil yang lebih baik dari yang sekarang.
  • Ketekunan dan usaha untuk memenuhi target.
  • Sikap dalam bekerja, apakah ia menikmati tugasnya atau terpaksa mengerjakannya.
  • Ada tidaknya ketergantungan pada orang lain.
Kombinasi dari kedua variable kesiapan bawahan ini menghasilkan orang dengan berbagai derajat kesiapan atau kematangan.(Pengelompokkan tingkat kesiapan kelompok / anak buah).Unsur kesiapan ini haruslah dikaitkan dengan tugas-tugas tertentu yang harus dilaksanakan. Dengan demikian tidak dapat dikatakan ada orang secara keseluruhan siap ataupun tidak siap. Bawahan mempunyai derajat kesiapan yang berbeda tergantung dari tugas dan tanggug jawabnya atau sasaran yang ditentukan atasan. Demikian pula kesiapan ini harus dikaitkan dengan kondisi “emosional” seseorang pada saat-saat tertentu.

VII. KEPEMIMPINAN SITUASIONAL
a. Toeri Kepemimpinan Berdasarkan Situasi
Dengan melihat bahwa bawahan sebenarnya mempunyai tingkat kesiapan atau kesiapan yang berbeda-beda dalam berbagai situasi, seharusnya seorang pemimpin tidak menggunakan gaya kepemimpinan yang sama. Maksudnya adalah ia harus berusaha menggunakan cara memimpin yang sesuai untuk masing-masing situasi. Konsep mengenai hal ini disebut “Teori Kepemimpinan Berdasarkan Situasi” atau “Kepemimpinan Situasional”.
b. Kesiapan Yang Berbeda
Konsep ini menjelaskan bahwa untuk karyawan dengan tingkat kesiapan tertentu diperlukan gaya kepemimpinan yang tertentu pula

VIII. KEKUATAN MENDUKUNG GAYA PEMIMPIN
a. Coercive Power
Merupakan kekuatan yang diperoleh dengan menciptakan rasa takut, misalnya dengan memarahi, mengancam atau menghukum.
b. Connection Power
Merupakan kekuatan yang diperoleh karena adanya koneksi / hubungan dengan orang-orang yang penting atau berpengaruh.
c. Reward Power
Kekuatan yang diperoleh karena kemampuan memberikan “imbalan” (reward) kepada orang lain, baik berupa “Material” maupun “immaterial”.
d. Legitimate Power
Merupakan kekuatan yang diperoleh karena jabatan / posisi dan adanya hak-hak tertentu karena jabatan yang didudukinya.
e. Information Power
Merupakan kekuatan yang diperoleh karena memiliki atau mempunyai cara untuk memperoleh informasi yang penting dan langka bagi orang lain.
f. Expert Power
Merupakan kekuatan yang diperoleh karena memiliki keahlian, kecakapan atau pengetahuan.
g. Referent Power
Merupakan kekuatan yang diperoleh karena mempunyai kepribadian yang disenangi atau dikagumi oleh orang lain.

IX. INTEGRASI
a. Hubungan Kesiapan Bawahan
Gaya kepemimpinan yang digunakan seorang pemimpin haruslah didukung oleh kekuatan tertentu untuk membuat gaya tersebut efektif. Di lain pihak tipe kesiapan bawahan menentukan gaya kepemimpinan yang harus disesuaikan penggunaannya.
b. Seseorang Yang Menjadi Bawahan
Pada table di bawah ini diringkaskan hubungan antara kesiapan bawahan, gaya kepemimpinan dan kekuatan yang diperlukan.

X. TEHNIK KEPEMIMPINAN
a. Teknik Mendapatkan Dan Mempertahankan Kepengikutan
  • Teknik persuasi
  • Teknik penerangan secara pribadi dan kelompok (tatap muka)
  • Teknik propaganda dengan komunikasi massa (untuk merubah, memperkuat bagi perubahan tingkah laku yang sudah ada)
  • Teknik konsultasi, mendengar secara empatik dan membantu pemecahan masalah.
b. Teknik Mendapatkan Partisipasi
  • Secara bersama-sama menentukan tujuan, merencanakan kegiatan, dan bekerja dalam mencapai tujuan.
  • Selalu menggunakan “metoda pemecahan masalah bersama”.
c. Teknik Mendapatkan Bawahan Mau Bekerjasama
  • Memenuhi kebutuhan pokok manusia (fisiologi, rasa aman, sosial, prestige / esteem, aktualisasi diri).
  • Jelaskan tujuan organisasi, struktur, pentingnya kerjasama dan sebagainya.
d. Teknik Membina Situasi Sosial
Usahakan iklim saling percaya, saling hormat, saling memperhatikan dalam suasana kebebasan mengemukakan pendapat, saling memberikan umpan balik, saling memajukan diri dan anggota lain.
e. Teknik Mengembangkan Bawahan
  • Melalui latihan-latihan teknis, administratif / management dan berjenjang.
  • Melanjutkan pendidikan.
  • Menghadiri sidang, seminar, lokakarya.
f. Teknik Menyediakan Fasilitas
Uang, perlengkapan kerja, fasilitas perangsang, waktu, material, dsb.

XI. METODE KEPEMIMPINAN
a. Konsep Pemasaran Umum
Anda dapat menemukan berbagai definisi mengenai pemasaran. Saya tidak akan mengulangi apa yang telah anda temukan tersebut, tetapi mari kita lihat esensi dari sebuah kegiatan pemasaran.Pemasaran merupakan salah satu fungsi manajemen yang melibatkan tiga aktivitas utama, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan peninjauan. Saya mengusulkan agar aktivitas terakhir ini diganti dengan kegiatan pelayanan untuk memperjelas misi dari kegiatan pemasaran untuk mengetahui dan melayani kebutuhan pelanggan.
Tujuan dari kegiatan pemasaran adalah untuk menciptakan transaksi dengan konsumen yang saling menguntungkan. Konsumen mendapatkan value yang diinginkannya dan perusahaan memperoleh keuntungan untuk menjalankan organisasinya. Selain itu, bagian pemasaran berupaya agar hubungan dengan konsumen bisa lebih erat dan membuat mereka loyal untuk terus membeli produk dari perusahaan. Semuanya itu dicapai dengan cara menciptakan ketertarikan konsumen kepada produk yang ditawarkan melalui kegiatan komunikasi pemasaran, menumbuhkan kepercayaan awal agar mereka mau mencoba dan membeli, memberikan manfaat sesuai dengan yang dijanjikan sehingga timbul kepercayaan yang lebih baik dan menciptakan kesetiaan dengan cara membina hubungan baik dengan pelanggan.Pemahaman tentang sifat dan perilaku konsumen merupakan kunci utama dalam menciptakan tujuan di atas. Sifat dan perilaku tersebut diketahui dengan melakukan aktivitas riset pemasaran yang pada intinya merupakan suatu interaksi antara pemasar dan konsumen guna mendapatkan informasi yang diinginkan dalam menciptakan produk yang dibutuhkan oleh konsumen.
Keunggulan produk dioptimalkan dengan mempelajari situasi persaingan dan kondisi perusahaan. Keunggulan posisi tersebut kemudian dijaga dengan cara membangun brand yang tangguh dan membangun budaya yang terfokus pada pelanggan. Singkat kata, pengetahuan tentang perilaku konsumen, riset pasar, strategi bisnis dan pengembangan brand serta budaya yang fokus pada pelanggan merupakan hal-hal yang perlu dikembangkan oleh seorang pemasar (Beverland dan Lockshin, 2004).
b. Ciri Khas Entrepreneur
Entrepreneur mempunyai keunikan yang bisa menjadi kekuatan sekaligus kelemahannya. Gruber (2004) menyebutkan tiga karakter sebuah perusahaan baru yang akan menentukan arah dari strategi pemasaran , yaitu newness (sifat baru), small size (ukuran yang kecil) dan uncertainy dan turbulence (ketidakpastian dan pergolakan).Sifat baru seorang pewira usaha menjadi hambatan karena minimnya pengetahuan tentang konsumen, minimnya akses menuju informasi tentang konsumen, rendahnya kepercayaan calon konsumen terhadap mereka dan sedikitnya basis konsumen yang bisa mereka andalkan untuk menunjang keberlangsungan hidup perusahaan.Ukuran yang kecil juga memberikan hambatan tersendiri. Karena ukuran yang kecil itu maka entrepreneur tidak memiliki daya tawar yang tinggi di hadapan pemasok dan konsumennya, terbatasnya kemampuan untuk bersaing terutama di bidang keuangan dan pemasaran, sulitnya mendapatkan pendanaan, dan rendahnya market exposure untuk produk-produk mereka.
Ketidakpastian dan pergolakan merupakan warna yang khas di dalam sebuah perusahaan baru. Belum ada formula yang jitu dalam pemasaran, belum adanya kepastian tentang jumlah konsumen yang berminat untuk membeli produk yang ditawarkan, berubahnya kondisi persaingan, labilnya hubungan antar anggota perusahaan karena ketidakpastian keuntungan yang mereka peroleh, dan kegamangan dalam mengambil keputusan adalah contoh-contoh ketidakpastian yang dihadapi oleh seorang entrepreneur.
c. Kerangka Pemasaran
Setelah membahas tentang prinsip-prinsip dasar pemasaran dan karakter seorang entrepreneur saya ingin menggabungkan keduanya untuk menghasilkan sebuah kerangka pemasaran bagi entrepreneur.Di bagian bawah adalah modal dasar yang diperlukan oleh seorang entrepreneur dalam menjalankan kegiatan pemasarannya. Di bagian atas adalah tujuan yang harus mereka capai yang meliputi kepuasan pelanggan, reputasi (brand) dan hubungan yang berkelanjutan (loyalitas pelanggan).
Dengan modal dasar yang dimiliki, seorang entrepreneur akan melakukan kegiatan pemasaran yang terdiri dari tiga aktivitas yakni perencanaan, pelaksanaan dan pelayanan. Di setiap aktivitas ada hal-hal yang perlu mereka perhatikan agar karakter-karakter mereka yang unik tadi tidak menimbulkan kerugian. Di tahap perencanaan misalnya, pewira usaha perlu membentuk citra mereka dengan membuat profil perusahaan yang baik dalam bentuk cetak keras (hardcopy) atau presentasi situs perusahaan di Internet. Kebutuhan konsumen dipelajari melalui serangkaian observasi. Observasi terhadap pengalaman pribadi merupakan hal yang paling mudah dilakukan karena pada dasarnya kita adalah konsumen.
Ide-ide mengenai produk yang akan ditawarkan harus ditemukan sebanyak mungkin untuk mengurangi resiko kegagalan produk. Entrepreneur harus membuat catatan yang lengkap mengenai ide-ide tersebut. Pengembangan produk bisa dilakukan secara intuitif. Untuk itu mereka perlu mendapatkan masukan dari para ahli yang biasanya adalah teman-teman dekat mereka.Teman-teman dekat juga bisa memberikan bantuan dalam menyediakan akses ke sumber-sumber keuangan, bahan baku dan pasar. Mankelow dan Merrilees (2001) menemukan hal ini sebagai keberhasilan dari para pewira usaha di Australia dan di negara-negara lain.Pewira usaha harus bisa menentukan event-event yang strategis untuk peluncuran usaha mereka.
Berbagai pilihan eksibisi telah tersedia di pasar dan mereka harus bisa menentukan pilihan yang tepat dalam rangka mengoptimalkan sumber daya mereka.Rencana awal yang telah dikembangkan perlu dikaji ulang dengan melakukan perhitungan-perhitungan yang lebih teliti mengenai potensi pasar dan kemungkinan reaksi pasar terhadap produk mereka.Ide-ide yang jitu akan diprioritaskan di tahap pelaksanaan. Pengembangan jaringan, kemampuan salesmanship, dan kemampuan pemasaran yang fleksibel perlu dilakukan dalam tahap pelaksanaan. Promosi informal dari teman ke teman merupakan cara yang efektif untuk menghemat pengeluaran selama fase ini. Kedisiplinan dalam mempelajari reaksi pasar yang terus berkembang perlu diperhatikan.
Entrepreneur akan menemukan kejutan-kejutan dalam tahap pelaksanaan. Mereka dituntut untuk secepat mungkin menyesuaikan diri dengan dinamika tersebut dan menggunakan informasi yang ada untuk memperbaiki penawaran mereka ke pasar. Untuk itu diperlukan kecermatan dalam mencatat segala perubahan-perubahan di pasar dan rencana-rencana pemasaran yang akan dilakukan.Segala upaya yang telah dilakukan akan berbuah baik dengan hadirnya seorang pelanggan pertama.
Bagi seorang entrepreneur, pelanggan pertama merupakan karunia yang tak terhingga sehingga perlu diperlakukan secara istimewa. Pelayanan sudah mulai dikembangkan untuk menjaga kepuasan pelanggan dan hubungan yang bekelanjutan dengan mereka. Pendekatan yang dipilih harus bersifat informal dan personal untuk menciptakan kedekatan yang lebih baik. Entrepreneur harus membuat sebuah database tentang pelanggan-pelanggan mereka. Database ini bisa menjadi sumber informasi yang murah untuk mempelajari perilaku pelanggan sehingga perlu selalu di-update.

XII. 5 TIPS MERUBAH STRATEGI PEMASARAN
a. Strategi Pemasaran 1: Drive Secara Terus Menerus Tim Anda Untuk Menghasilkan Ide-Ide Baru
Ketika pendapatan di Suzanne Bates ‘Wellesley, Mass sebuah perusahaan berbasis pelatihan eksekutif perusahaan mengalami penurunan sebesar $ 600.000 tahun 2009, ia mengumpulkan para karyawan untuk membantu menemukan solusi dalam mengatasi krisis ini.Tim 10 yang beranggotakan karyawan di Bates Komunikasi melakukan brainstorming bagaimana membuat strategi pemasaran baru agar jasa pelatihan menjadi lebih relevan dalam kondisi sulit seperti ini-dan klien saat ini menjadi lebih terlibat dalam bisnis.
Strategi pemasaran dijalankan Pelatih Bates yang ‘kemudian menjemput bola dengan melakukan pendekatan/ membuka komunikasi kepada klien dengan segala cara, mulai dari email mingguan, melakukan kontak telpon, mengadakan makan siang bersama, mengirim mereka artikel kepemimpinan dan lain-lain.Strategi pemasaran ini sudah sering dijalankan namun banyak yang melupakannya.
Setelah strategi pemasaran baru dijalankan, ternyata banyak klien dari perusahaan besar memerlukan pelatihan kepemimpinan yang lebih dari sebelumnya, untuk menghadapi situasi sulit ini, tetapi mereka tidak bisa membayar harga tinggi untuk itu. Sehingga perusahaan meluncurkan pilihan harga yang lebih rendah, termasuk teleseminar $ 25 dan sesi pembinaan secara berkelompok. Bates juga mulai menawarkan pelatihan kepemimpinan untuk perusahaan kecil. Beberapa pelatihan yang dilakukan memang tidak menghasilkan keuntungan, namun penerapan strategi pemasaran ini menunjukkan bahwa resesi dapat diubah sebagai sebuah kesempatan untuk mendapatkan pangsa pasar baru.
Hasilnya Bates Komunikasi memperoleh pendapatan sebesar $ 2,3 juta pada tahun 2010, mengalami peningkatan dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar $ 1.300.000. Strategi pemasaran yang diterapkan ternyata mampu mendongkrak penjualan yang sangat signifikan.
b. Strategi Pemasaran 2: Menganalisis Data Penjualan Untuk Pasar Yang Lebih Efektif.
Begitu menyadari bahwa penjualan melalui website sendiri tidak mampu mengatasi resesi, New Hyde Park, NY berbasis Tuccini Corp, segera melakukan perubahan strategi pemasarannya yaitu dengan mengalihkan perhatian yang lebih besar untuk menjual parfum melalui Amazon.com.
Pendiri Nick Uresin dikumpulkan untuk merumuskan strategi pemasaran baru dan melakukan pengujian data tentang harga sampai tiga kali sehari selama lima bulan untuk menentukan bagaimana melakukan penyesuaian harga yang tepat dan menentukan kapan waktu yang tepat melakukan perubahan harga agar penjualan meningkat.
Sebagai contoh, ia belajar bahwa penyesuaian harga produk pada pukul 6 sore ternyata lebih menarik bagi konsumen untuk melakukan pemesanan online, daripada perubahan harga yang dilakukan pada jam 02:00 pagi.Ini adalah tanda-tanda strategi pemasaran yang baru pantas untuk di uji coba.
Strategi pemasaran ini sangat dominan dalam memanfaatkan data, ia merancang sebuah formula yang mengarah untuk menciptakan sebuah program perangkat lunak guna melacak penjualan dan secara otomatis menyesuaikan harga. Selama empat tahun terakhir, Uresin juga telah mengembangkan sistem lain perangkat lunak untuk memantau di mana lokasi para pembeli itu berasal. Gabungan, kedua sistem tersebut sangat membantu Tuccini dalam meningkatkan penjualan. Langkah yang sangat luar biasa dalam menciptakan strategi pemasaran baru.
Hasil dari penerapan strategi pemasaran ini adalah pada tahun 2010, perusahaan ini mampu menciptakan penjualan lebih dari dua kali lipat menjadi $ 3,3 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Prestasi ini mengantarkan perusahaan mampu melunasi hutang sebesar $ 500.000 dan terbebas dari hutang.Sebuah prestasi baru dengan strategi pemasaran baru.
c. Strategi Pemasaran 3 : Pergeseran Sumber Daya Ke Dalam Inisiatif Yang Mendorong Pendapatan
Pada strategi pemasaran merek perusahaan Parker LePla, resesi tahun 2009 telah mengakibatkan penurunan pendapatan $ 1,5 juta, turun 15% dari tahun sebelumnya. Pendiri Lynn Parker menghentikan bonus akhir tahun yang biasa dibagi untuk karyawan dan menggunakan tabungan tersebut untuk meningkatkan anggaran iklan perusahaan yang berbasis di Seattle dengan lebih dari 80 persen. Inisiatif baru termasuk sebuah sponsor online dengan stasiun radio NPR KPLU. Strategi pemasaran ini fokus pada efisiensi dan pemberdayaan SDM untuk mendorong kegiatan promosi.
“Ini stasiun radio khusus yang memiliki prestasi terbaik bagi para pendengarnya juga dalam dalam manajemen dan sangat efektif sebagai sarana promosi untuk menunjang strategi pemasaran di wilayah jangkauannya. Hasilnya … penjualan terdongkrak sangat sukses.,” kata Parker, yang juga menciptakan sebuah divisi baru perusahaan berfokus pada merek digital untuk mendapatkan klien.
Divisi digital yang baru dibentuk untuk mensukseskan strategi pemasaran ini dengan cepat mulai menghasilkan dan bahkan menjadi bisnis baru, hasil penghitungan menunjukkan divisi ini mampu menyumbangkan sebanyak 30 persen dari pendapatan tahunan. Saat ini, Parker LePla mempekerjakan 11 karyawan penuh-waktu untuk divisi barunya dan pendapatan tahunan meningkat menjadi sebesar 2010 $ 2,5 juta. Strategi pemasaran yang sangat berani dan terbukti efektif.
d. Strategi Pemasaran 4 : Merubah Struktur Harga Anda.
Strategi pemasaran ini diterapkan ketika Great Neck, yang berbasis di New York membutuhkan Government Auctions.org berhenti berlangganan tahunan, yang memungkinkan untuk melihat daftar perusahaan lelang pemerintah, sebagai langkah awal untuk memenangkan kembali pelanggan.
Strategi pemasaran dengan model penetapan harga yang baru dimulai dengan percobaan tiga-hari bebas biaya dan hanya diikuti oleh pelanggan bulanan-tawaran ini lebih menguntungkan bagi konsumen yang sadar harga. “Jika kita bisa memberikan resiko yang lebih kecil bagi pelanggan kami, mereka akan lebih mungkin untuk mengaktifkan account,” kata co-pendiri Ian Aronovich.
Hari ini, hasil penerapan strategi pemasaran baru ini dapat dilihat hampir 60% dari orang-orang yang memilih untuk mengikuti program percobaan gratis, akhirnya berlanjut untuk mendaftar berlangganan bulanan. Model strategi pemasaran dengan penetapan harga baru ini menghasilkan pendapatan hampir enam kali lebih banyak untuk setiap pelanggan yang tetap selama setahun penuh dibandingkan dengan tarif flat yang asli.
Pada tahun 2010 perusahaan memperoleh pendapatan lebih dari $ 930.000, meningkat 58% dari pendapatan tahun sebelumnya. Sebuah strategi pemasaran yang sangat inovatif dan efektif.
e. Strategi Pemasaran 5 : Memeriksa Kembali Model Bisnis Anda.
Para pendiri HuePhoria LLC pernah meraih sukses menjual gelas yang dilukis dengan tangan untuk partai besar atau sebagai hadiah. Tapi setelah resesi penjualan sangat jatuh. Strategi pemasaran yang baru adalah, Mikro Syracuse di New York mulai menjalin hubungan dengan perusahaan barang, produsen lain dan pengecer yang bersedia untuk mengelola persediaan. Ini adalah cara untuk memperluas penawaran produk tanpa birokrasi yang rumit dan menghemat biaya sewa gudang. Strategi pemasaran ini sangat hemat biaya dan meningkatkan daya saing.
Mengambil sebuah model strategi pemasaran langsung langsung, perusahaan seperti Chef sangat diuntungkan di mana agen penjualan, sebagian besar perempuan, menjual produk secara langsung untuk teman-teman mereka, HuePhoria juga meluncurkan “Bola Moms” pada November 2010. Program penjualan langsung ini dilengkapi mulai-up kit untuk $ 150 sampai $ 599 sehingga mereka dapat melakukan bisnis di rumah dan memberikan potongan harga produk HuePhoria sebesar 25%.
Dengan menerapkan strategi pemasaran dengan penjualan langsung, Bola Moms sekarang mampu meningkatkan penjualan sebesar 44%. Penjualan pada kuartal pertama tahun 2011 naik 72%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sebuah strategi pemasaran yang sangat brillian dan sangat efektif.

BAB IV
KESIMPULAN


Pemasaran merupakan sebuah fungsi manajemen yang terdiri dari tiga aktivitas utama, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan pelayanan. Tujuan dari fungsi pemasaran adalah menciptakan kepuasan pelanggan, keuntungan perusahaan, reputasi dan hubungan yang berkelanjuta dengan pelanggan. Pengetahuan dan kompetensi dalam memahami perilaku pelanggan, taktik riset pemasaran, situasi persaingan dan pengembangan bisnis berbasis brand merupakan pondasi penting dalam menjalankan kegiatan pemasaran.
Pendekatan-pendekatan seorang entrepreneur dalam menjalankan konsep-konsep pemasaran berbeda dari perusahaan besar. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendekatan-pendekatan di bawah ini lebih dominan pada entrepreneur saat menjalankan kegiatan pemasaran :
1. Peka terhadap peluang
2. Proaktif, inovatif dan kreatif dalam memanfaatkan peluang
3. Memperkecil resiko dan biaya melalui pendekatan yang sederhana/informal, akses teman terdekat dan observasi atas kebiasaan sehari-hari
4. Mampu mengoptimalkan penggunaan sumber daya melalui penilaian dan pencatatan yang cermat atas semua peluang dan dinamika di pasar serta perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement)
5. Mampu mengembangkan jaringan, reputasi dan basis pelanggan melalui pendekatan personal dan informal
Kepemimpinan dan motivasi ibarat saudara kandung laki-laki dan perempuan. Sulit membayangkan seorang pemimpin yang tidak memotivasi orang lain. Berikut ini adalah delapan cara memotivasi :
1. Individu sendiri harus termotivasi. Seseorang tidak pernah mengilhami orang lain kecuali dia sendiri terilhami. Hanya seorang pemimpin yang termotivasi yang dapat memotivasi orang lain.
2. Pilih orang yang bermotivasi tinggi. Karena sulit memotivasi orang lain, masuk akal bila kita memilih orang yang sudah termotivasi.
3. Perlakukan setiap orang sebagai individu. Bila kita tidak menanyakan motivasi seseorang-keinginannya-kita tidak akan mengetahuinya. Kita semua adalah individu. Apa yang memotivasi seseorang dalam sebuah tim, mungkin tidak memotivasi orang lain. Lakukanlah semacam dialog dengan setiap individu anggota tim.
4. Tetapkan sasaran yang realistis dan menantang. ”Tidak ada inspirasi dalam keinginan yang terlalu banyak dan kestabilan”, tulis John Lancaster Spalding. Orang mampu melampaui diri sendiri dalam upaya mendapatkan keinginan yang lebih tinggi.
5. Ingat, kemajuan akan memotivasi. Kita ingin menyelesaikan apa yang kita lakukan. Semakin penting sebuah tugas, semakin kuat kebutuhan untuk menyelesaikannya dengan memuaskan.
6. Ciptakan lingkungan yang memotivasi.
7. Berikan hadiah yang adil. Setiap pekerjaan menyiratkan unsur penyeimbang antara apa yang kita berikan dengan apa yang kita harapkan. Keadilan di sini berarti apa yang kita peroleh harus sepadan nilainya dengan apa yang kita berikan. Berikan pengakuan. Sifat haus akan pengakuan adalah universal. Bagi orang berbakat, hal ini setara dengan hasrat akan ketenaran atau kejayaan. Raih setiap kesempatan untuk memberi pengakuan, meski hanya atas upaya yang orang lain tunjukkan. Kita tidak bisa selalu mengatur hasil yang diharapkan. Lihatlah nilai pekerjaan orang lain dan tunjukkan penghargaan kepadanya. Seseorang tidak harus menjadi manajer untuk melakukan ini karena kepemimpinan sejati selalu dapat dipraktikkan dari posisi paling bawah.

DAFTAR PUSTAKA

· http://1001tipsjitu.blogspot.com/search/label/Pendidikan
· http://www.google.com/hr.centro/membangun kepemimpinan.pdf
· http://www.google.com/entrepeneur/strategi pemasaran.htm
· Winardi, Asas-asas Manajemen. Bandung: Penerbit Mandar Maju. 2000.
· Adair, John, Kepemimpinan yang Memotivasi, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2008
· Djokosantoso Moeljono, Beyond Leadership, 12 Konsep Kepemimpinan,
Jakarta, Elex Media Komputindo, 2004.
· Hughes Richard L., Ginnett Robert C., dan Curphy Gordon J., Leadership, third
· Kusnadi, Masalah, Kerjasama, Konflik, dan Kinerja (Kontemporer & Islam).
· Soekamto, Toeti dan Drs. Udin Saripudin Winataputra, MA. Teori Belajar dan Model-Model Pembelajaran - Bahan Ajar Program pengembangan
Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) Untuk Dosen Muda.

0 komentar: